Sopir ambulance merupakan bagian penting dari sistem pelayanan gawat darurat pra-rumah sakit (pre-hospital care). Mereka tidak hanya bertugas mengemudi kendaraan, tetapi juga menjamin keselamatan pasien selama transportasi, mampu berkoordinasi dengan tenaga medis, dapat menjaga kebersihan dan kelayakan alat di dalam ambulans, serta dapat membantu tenaga kesehatan dalam kondisi darurat tertentu. Dengan demikian, sopir ambulance bukan sekadar pengemudi, melainkan bagian dari tim penyelamat (rescue team) yang harus memiliki keterampilan dasar medis dan manajemen kegawatdaruratan.
Berbagai laporan dan penelitian menunjukkan bahwa banyak sopir ambulance di Indonesia belum memiliki ketrampilan yang memadai sehingga beberapa permasalahan yang sering ditemukan seperti masih banyak sopir belum pernah mendapatkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD/BLS). Sementara itu tidak semua puskesmas memiliki sopir tetap sehingga ada sopir honorer atau lepas yang belum dilatih standar nasional, masih sering ditemui kasus nakes yang menggantikan sopir karena kekurangan tenaga.
Menurut pedoman Kementerian Kesehatan RI serta standar World Health Organization (WHO) bahwa pengemudi ambulance harus memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang keselamatan pasien, transportasi medis, serta bantuan hidup dasar. Namun kenyataannya, sebagian besar sopir belum pernah mengikuti pelatihan formal tersebut. Semestinya dengan mengikuti pelatihan tersebut akan menambah kompetensi bagaimana mengemudi aman dan cepat disituasi darurat dapat melakukan pertolongan pertama (first aid & BLS), menangani pasien trauma selama perjalanan dapat berkomunikasi efektif dengan tenaga medis dan keluarga pasien, serta lebih bagus lagi dapat mengendalian stres dan memiliki kesiapan fisik. Oleh karena itu, perlu dilakukan Bimbingan Teknis Defensive Safety untuk Driver Ambulance untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam mendukung pelayanan kegawatdaruratan.
Tujuan Umum:
Meningkatkan kemampuan sopir ambulance dalam menjalankan tugas secara profesional, aman, cepat, dan sesuai standar pelayanan ambulans yang berorientasi patient safety
Tujuan Khusus: